Dia dulu pernah beberapa lama
menjadi partner saya, sampai akhirnya kami tidak lagi bersama. Dia dulu
pernah berjanji untuk bertahan di satu "rumah", sampai akhirnya dia melihat "rumah" yang terlihat lebih indah dan memilih untuk pindah. Dia, partner saya, adalah
yang membuat saya merasa paling bahagia sekaligus paling terluka. Pertemuan
singkat. Perkenalan singkat. Dan berakhir pada hubungan yang singkat. Selama
dua kali pergantian tahun kami tidak bersama. Saya coba kembali mengingat. Terekam
banyak sekali ajakan dia untuk kembali berpartner. Tapi entah kenapa saya tidak pernah merasa siap.
Hari itu, bulan dua belas. Saya tidak sanggup menolak permintaan seseorang yang sangat saya hormati.
Untuk pertama kali setelah sekian lama akhirnya saya kembali bertemu dengan beliau
dan dia. Seakan semua kembali ke titik awal dimana kami semua dipertemukan. Dan
dengan dia, saya tidak banyak berucap. Seperti masih ada sekat tinggi diantara
kami, entah seberapa tapi sepertinya sekat yang sangat tinggi dan tebal.