Sore kemarin saya diminta oleh seorang teman untuk menemani berbelanja pakaian. Saya pun mengiyakan. Berderet-deret baju digantung. Warna-warni yang begitu memaksa mata, walaupun hanya untuk sekedar meliriknya saja. Teman saya tampak begitu kebingungan untuk menentukan pilihan. Sesekali dia bertanya kepada saya apakah model yang ini bagus, apakah warna yang ini cocok untuk kulitnya, apakah model ini berbeda dengan yang sedang dia pakai, bla bla bla. Sampai akhirnya ditemukan dua baju, satu pilihan dia dan satu pilihan saya. Memasuki ruang ganti, mencoba semuanya sambil mematut diri di kaca. Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk tidak mengambil satu pun. Oh wanita!
Kadang sebagai wanita, saya seringkali merasa kerepotan ketika harus mengikuti perkembangan fashion. Terutama untuk sesuatu yang feminim. Entah kenapa saya lebih senang disebut keren daripada cantik. Mungkin karena saya tidak secantik para vokal grup dari negeri ginseng. Dibanding mereka, saya lebih takut untuk menyiksa diri demi sebuah kata cantik. Dibanding mereka, saya tidak punya cukup uang untuk sekedar melakukan liposuction.